ACEH SINGKIL agaranews.com – Bupati Aceh Singkil, H. Safriadi Oyon, SH, meninjau langsung realisasi bantuan hibah alat kesehatan dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Aceh Singkil, Rabu (15/7/2026). Peninjauan ini menjadi bukti komitmen pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas layanan kesehatan bagi masyarakat.
Dalam kunjungannya, Bupati didampingi oleh Asisten I Setdakab Aceh Singkil Junaidi, S.STP., M.Si, Kepala Badan Pengelolaan Keuangan Kabupaten (BPKK) Hendra Sunarno, SE.Ak., M.Si, Plt. Kepala Dinas Kesehatan Mursal, SKM., MM.Kes, serta sejumlah pejabat terkait. Rombongan disambut oleh Direktur RSUD Aceh Singkil dr. Mardiana, M.K.M, bersama Plh. Kepala Tata Usaha Munawarsyah, SKM, dan jajaran manajemen rumah sakit.
Salah satu poin utama dalam peninjauan tersebut adalah ruang Catheterization Laboratory (Cathlab) yang akan menjadi lokasi pemasangan alat kesehatan hibah dari Kementerian Kesehatan. Nilai bantuan untuk alat Cathlab ini diperkirakan mencapai Rp18 miliar.
Cathlab merupakan fasilitas medis berteknologi tinggi yang dilengkapi mesin angiografi (sinar-X). Fasilitas ini berfungsi menunjang diagnosis serta tindakan minimal invasif pada penyakit jantung dan pembuluh darah. Saat ini, tahap yang tersisa hanyalah proses pemasangan oleh tim Kementerian Kesehatan, dengan target operasional dimulai pada awal tahun 2027.
Dengan adanya Cathlab, RSUD Aceh Singkil akan bergabung dengan sejumlah rumah sakit rujukan di Provinsi Aceh yang telah memiliki fasilitas serupa, seperti RSUD dr. Zainoel Abidin Banda Aceh, RSUD Meuraxa, RSUD dr. Fauziah Bireuen, RSUD Tgk. Chik Ditiro Pidie, RSUD Cut Meutia Aceh Utara, dan RSUD dr. H. Yuliddin Away Aceh Selatan. Kehadiran fasilitas ini diharapkan dapat mengurangi angka rujukan pasien jantung ke luar daerah.
Selain Cathlab, Bupati juga mengungkapkan bahwa pihaknya terus memperjuangkan pengadaan alat Computed Tomography (CT) Scan melalui Program KJSU-KIA KB Kementerian Kesehatan. Alat diagnostik yang mampu menghasilkan pencitraan tiga dimensi secara cepat dan akurat ini masih dalam proses pendistribusian ke RSUD Aceh Singkil. Nilai pengadaan CT Scan diperkirakan berkisar antara Rp15 miliar hingga Rp30 miliar, tergantung pada spesifikasi dan tipe alat yang diterima.
Usai meninjau ruang Cathlab, rombongan juga mengecek ruang Endoskopi yang akan difungsikan untuk pemeriksaan organ dalam. Berbeda dengan Cathlab dan CT Scan, layanan Endoskopi ditargetkan sudah dapat beroperasi pada tahun 2026 ini karena tenaga dokter spesialisnya telah tersedia.
Tak berhenti di situ, Bupati juga meninjau ruang persiapan layanan Hemodialisa (cuci darah) yang tengah dipersiapkan untuk memperluas akses pelayanan kesehatan bagi masyarakat Aceh Singkil, khususnya bagi penderita gagal ginjal.
Bupati Aceh Singkil, H. Safriadi Oyon, SH, menegaskan bahwa peningkatan kualitas pelayanan kesehatan merupakan salah satu prioritas utama Pemerintah Kabupaten Aceh Singkil. Hal ini dilakukan melalui dukungan penuh dari pemerintah pusat, baik berupa pembangunan infrastruktur fasilitas, pengadaan alat kesehatan canggih, maupun penambahan tenaga medis.
“Alhamdulillah, bantuan hibah dari Kementerian Kesehatan mulai direalisasikan. Untuk Cathlab, saat ini tinggal proses pemasangan. Kita berharap dapat segera beroperasi sehingga masyarakat Aceh Singkil tidak perlu lagi dirujuk ke daerah lain untuk mendapatkan layanan jantung,” ujar Bupati.
Ia berharap seluruh bantuan yang telah diperjuangkan tersebut dapat segera dimanfaatkan secara optimal untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan sekaligus mendekatkan akses layanan medis yang berkualitas bagi seluruh lapisan masyarakat Aceh Singkil.
























