Jakarta, AgaraNews. Com // Menjelang peringatan Hari Koperasi Nasional Tahun 2026, sejumlah aktivis mengimbau masyarakat, khususnya kalangan mahasiswa, untuk tetap waspada terhadap potensi provokasi yang dapat memicu terjadinya aksi anarkis di tengah penyampaian aspirasi.(07/06/2026)
Himbauan tersebut disampaikan sebagai respons terhadap dinamika berbagai isu publik yang masih berkembang di masyarakat, di antaranya terkait program Makan Bergizi Gratis (MBG), isu militerisme, serta pemberantasan korupsi.
Salah seorang aktivis, Sdr. Tom, yang tergabung dalam kelompok aktivis, mengatakan bahwa penyampaian pendapat di muka umum merupakan hak setiap warga negara. Namun, ia mengingatkan agar masyarakat tidak mudah terprovokasi oleh pihak-pihak yang diduga memiliki kepentingan tertentu.
“Berdasarkan pengalaman aksi anarkis pada Agustus 2025, terdapat indikasi adanya pihak-pihak yang memanfaatkan isu-isu publik untuk memicu situasi yang berujung pada tindakan anarkis. Karena itu, masyarakat perlu tetap kritis dan tidak mudah terprovokasi oleh informasi maupun ajakan yang belum jelas kebenarannya,” ujar Tom.
Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk mengedepankan dialog, menjaga ketertiban, serta menyampaikan aspirasi secara damai sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.
Menurutnya, peringatan Hari Koperasi Nasional seharusnya menjadi momentum untuk memperkuat semangat persatuan, gotong royong, dan pembangunan ekonomi kerakyatan, sehingga seluruh pihak diharapkan dapat bersama-sama menjaga situasi yang aman, tertib, dan kondusif.(Lia Hambali)
Sumber : Divisi Humas MIO Indonesia DKI Jakarta
Reporter : Edo Lembang
























