ACEH SINGKIL agaranews.com – Sejumlah keluhan serius dilayangkan oleh masyarakat dan wali murid terkait kondisi fasilitas di Sekolah Dasar Negeri (SDN) Desa Ketangkuhan, Kabupaten Aceh Singkil. Mulai dari ketiadaan air bersih untuk MCK hingga bangunan yang rusak parah, menjadi sorotan utama yang mendesak perhatian Dinas Pendidikan dan Kebudayaan serta Pemerintah Daerah.
Kepala Sekolah SDN Desa Ketangkuhan, Parman, mengakui bahwa fasilitas MCK di sekolah saat ini tidak dapat digunakan oleh siswa maupun guru karena tidak adanya pasokan air. “Memang benar MCK tidak bisa digunakan oleh anak didik dan para guru yang mengajar di SD ini,” ucap Parman pada Selasa (30/6/2026).
Akibat kondisi tersebut, seluruh siswa dan guru terpaksa harus berlari ke MCK Masjid terdekat yang berjarak sekitar 250 meter setiap kali ingin buang air. Situasi ini sering kali menimbulkan masalah, di mana sebagian siswa belum sempat mencapai masjid sehingga mengalami insiden buang air di celana.
Selain krisis sanitasi, kondisi fisik bangunan sekolah juga terlihat sangat memprihatinkan. Hampir seluruh kaca jendela sudah pecah, sementara meja dan kursi belajar dinilai sudah tidak layak pakai. Lebih mengkhawatirkan lagi, sekolah ini tidak memiliki halaman atau area bermain. Akibatnya, para siswa terpaksa bermain di tengah jalan lintas desa, yang tentu saja membahayakan keselamatan mereka dan mengganggu pengguna jalan.
Masyarakat juga menyoroti potensi bencana longsor di area belakang sekolah. Mereka mendesak agar pemerintah daerah segera memasang talud atau bronjong sebagai penahan tanah untuk mencegah terjadinya longsoran yang dapat mengancam keselamatan warga sekolah.
Melihat kondisi tersebut, wali murid dan tokoh masyarakat Desa Ketangkuhan berharap Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Aceh Singkil serta Pemkab Aceh Singkil dapat segera turun ke lapangan untuk melakukan pengecekan langsung. Mereka juga mendesak agar segera dibangun pagar pembatas antara area sekolah dan jalan lintas demi keamanan siswa.
“Kami mohon perhatian serius dari dinas pendidikan dan pemerintah daerah kabupaten Aceh Singkil agar fasilitas sekolah ini segera diperbaiki demi kenyamanan dan keselamatan anak-anak kami dalam belajar,” pungkas perwakilan masyarakat.























