Tanah Karo Adalah Tanah Kana’an : Janji Sejuk Letkol Robert Panjaitan Jaga Karo Tetap Damai, Subur & Penuh Berkat

LIA HAMBALI

- Redaksi

Minggu, 7 Juni 2026 - 21:57 WIB

50173 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tanah Karo – 7/6/2026, AgaraNews. Com // Sebuah kalimat sederhana tapi menggetarkan hati keluar dari mulut Dandim 0205/Tanah Karo Letkol Inf Robert B Panjaitan. Di tengah Forkopimda, tokoh adat, pemuka agama, dan, LSM, Insan Pers serta warga Karo, beliau menegaskan komitmennya dengan gaya khas prajurit : lugas, tulus, tanpa teks.

“Saya tidak akan merubah Tanah Karo menjadi Karo. Karena bagi saya, Tanah Karo adalah Tanah Kana’an.”

Sejak ucapan itu viral, frasa “Tanah Kana’an” jadi pengingat baru bagi warga Dataran Tinggi Karo : bahwa rumah mereka bukan sekadar wilayah administratif, tapi tanah perjanjian yang harus dijaga kesuburan, kedamaian, dan toleransinya.

1. Makna Mendalam di Balik Kata “Kana’an”, “Tanah Kana’an” dalam sejarah adalah tanah yang dijanjikan Tuhan : subur, aman, tempat hidup berdampingan tanpa rasa takut. Dengan menyebut Karo sebagai Kana’an, Letkol Robert titip 3 makna besar :

1. Jaga Kerukunann: Karo terkenal dengan semboyan _Mejuah-juah_. Suku Karo, pendatang, Kristen, Muslim, adat Merga Silima hidup berdampingan puluhan tahun. “Jangan biarkan api perpecahan mengubah Karo jadi panas,” tegasnya.

2. Rawat Kesuburan : Karo = lumbung sayur Sumut. Cabai, kentang, kol, jeruk. “Kana’an itu subur. Tugas kita rawat tanah, air, hutan. Jangan serakah,” ujarnya.

3. Tolak Provokasi : Dandim ingatkan warga jangan mudah diadu domba. “Saya datang menjaga, bukan mengubah. Kalau ada yang mau bikin Karo panas, hadang bersama,” pesannya.

2. Janji Seorang Komandanb: Datang Menjaga, Bukan Mengubah
Letkol Inf Robert B Panjaitan bukan putra Karo. Beliau orang Batak Toba. Tapi sejak menjabat Dandim 0205/TK, beliau keliling sampai ke desa-desa pelosok, Lau Debuk-Debuk, Simpang Empat, Merek, Tigapanah dan Desa – desa lainnya.

“Saya ngerti Karo itu Kana’an waktu lihat bapak-bapak berangkat ke ladang pukul 4 pagi demi anaknya kuliah. Waktu lihat ibu-ibu jual sayur di Pasar Runggun sambil nyanyi. Waktu lihat Gereja dan Masjid adzan/ibadahnya saling menghormati. Itu Kana’an,” ucapnya haru.

Komitmen Kodim 0205/TK di bawah pimpinannya :
1. Stabilitas Kamtibmas : Patroli rutin, Babinsa aktif di desa, cegah narkoba, miras, balap liar
2. Kawal Toleransi : Rutin silaturahmi ke rumah ibadah, tokoh adat, dan lintas agama
3. Dukung Ketahanan Pangan : Bantu petani, cek harga, cegah mafia pupuk biar Karo tetap subur.

Selain komitmen diatas ada cerita haru dibalik ketegasan seorang komandan yakni :

Air Mata Nande Br. Ginting : “Kami Mau Mati di Tanah Kana’an”
Pernyataan Dandim paling menyentuh warga lansia. Seorang nenek, Nande Br. Ginting 72 tahun dari Kabanjahe, tak kuasa menahan tangis.

15 tahun lalu ia pernah mengungsi karena konflik. Ladangnya habis, rumahnya terbakar. Doa hari-harinya: “Tuhan, kembalikan aku ke Kana’anku.”

“Pas mendengar Pak Dandim bilang ‘Tanah Karo Adalah Tanah Kana’an’, rasanya doa Nande dijawab. Anak rantau saja sayang sama Karo, masa kita anak Karo mau rusak sendiri?” tuturnya sambil genggam salib kayu.

Kini Nande sudah balik ke ladangnya. Cucunya jadi guru SD. Baginya, kalimat Dandim = obat luka.

Sementara Ketua Merga Silima Karo menyambut positif pernyataan Dandim yang mengatakan Tanah Karo Tanah Kana’an, “Dandim Robert ngerti jiwa Karo. Mejuah-juah itu bukan slogan, tapi cara hidup. Jaga Karo tetap teduh.” Ujarnya.

Tokoh lintas agama juga sepakat, Karo kuat karena toleransinya. Kalau Karo tetap “Kana’an”, maka investor datang, wisatawan nyaman, anak muda betah tinggal bangun daerahnya sendiri.

Pesan Penutup Dandim : Kana’an Dirawat, Bukan Dicari
Letkol Robert menutup pesannya dengan kalimat yang kini jadi pegangan Babinsa 0205/TK di setiap apel :

“Kana’an tidak ada di peta Google. Kana’an dirawat setiap hari. Dengan jujur, dengan gotong royong, dengan tidak menyakiti tetangga beda keyakinan. Kalau Karo tetap Kana’an, anak cucu kita yang panen berkahnya.”

Sejak hari itu, setiap kegiatan Kodim 0205/TK selalu diawali bisik pelan para prajurit : “Tanah Karo Adalah Tanah Kana’an”. Bukan jargon. Tapi sumpah setia.

Karena menjaga Kana’an, lebih mulia daripada mengubahnya.(Lia Hambali)

Berita Terkait

100 WBP Lapas Tanjungbalai Asahan Diusulkan PB dan CB, Layanan Dipastikan Gratis
‎Realisasi Pagu Dewan, Jalan Kampung Sukasari Desa Pangkalan Akhirnya Dicor Beton
Sidang TPP Lapas Tanjungbalai Asahan Setujui Usulan Integrasi dan Remisi 311 WBP
Perayaan Hari Ulang Tahun Kabupaten Pakpak Bharat Ke 23 Tahun Sukses Dan Meriah
Lapas Tanjungbalai Optimalkan Layanan Integrasi Secara Transparan dan Bebas Pungutan
Koramil 12/LP Bersama Forkopimcam Sungai Kanan Survei Parit, Upaya Cegah Banjir di Labusel
Sinergi TNI dan Ulama: Kodim 0209/LB Sambut Hangat Syekh Al-Azhar di Bumi Labuhanbatu
Dandim 0209/LB Berikan Tali Asih Rilastaka Akmil 2011 kepada Warakawuri di Bakaran Batu

Berita Terkait

Selasa, 28 Juli 2026 - 23:22 WIB

100 WBP Lapas Tanjungbalai Asahan Diusulkan PB dan CB, Layanan Dipastikan Gratis

Selasa, 28 Juli 2026 - 22:28 WIB

‎Realisasi Pagu Dewan, Jalan Kampung Sukasari Desa Pangkalan Akhirnya Dicor Beton

Selasa, 28 Juli 2026 - 22:28 WIB

Sidang TPP Lapas Tanjungbalai Asahan Setujui Usulan Integrasi dan Remisi 311 WBP

Selasa, 28 Juli 2026 - 22:13 WIB

Lapas Tanjungbalai Optimalkan Layanan Integrasi Secara Transparan dan Bebas Pungutan

Selasa, 28 Juli 2026 - 21:53 WIB

Koramil 12/LP Bersama Forkopimcam Sungai Kanan Survei Parit, Upaya Cegah Banjir di Labusel

Selasa, 28 Juli 2026 - 21:47 WIB

Sinergi TNI dan Ulama: Kodim 0209/LB Sambut Hangat Syekh Al-Azhar di Bumi Labuhanbatu

Selasa, 28 Juli 2026 - 21:31 WIB

Dandim 0209/LB Berikan Tali Asih Rilastaka Akmil 2011 kepada Warakawuri di Bakaran Batu

Selasa, 28 Juli 2026 - 21:27 WIB

Koramil 12/LP Bersama Warga Gotong Royong Naikkan Tandon Air 5.100 Liter di Langga Payung

Berita Terbaru