ACEH SINGKIL agaranews.com – Pemerintah Kabupaten Aceh Singkil kembali menegaskan komitmennya dalam membangun daerah berbasis ilmu pengetahuan melalui penandatanganan perpanjangan Nota Kesepahaman (MoU) dengan Universitas Teuku Umar (UTU) Meulaboh. Kegiatan yang berlangsung di Pendopo Bupati Aceh Singkil pada Kamis (30/7/2026) ini menjadi tonggak keberlanjutan kemitraan strategis antara pemerintah daerah dan perguruan tinggi.
Penandatanganan dilakukan langsung oleh Bupati Aceh Singkil H. Safriadi Oyon, S.H., bersama Rektor UTU Prof. Dr. Nyak Amir, S.Pd., M.Pd. Acara ini turut dihadiri Penjabat Sekdakab H. Edy Widodo, para Asisten Setdakab, kepala perangkat daerah terkait, Ketua MAA, Ketua MPK, serta sejumlah sivitas akademika UTU termasuk Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Ibrahim, S.K.M., M.N.Sc., dan para dekan fakultas.
Dalam sambutannya, Bupati Safriadi Oyon menekankan bahwa perpanjangan kerja sama ini bukan sekadar formalitas administratif, melainkan langkah nyata menghadirkan solusi atas tantangan pembangunan. Ia menilai kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, dunia usaha, dan masyarakat adalah kunci kemajuan daerah.
“Universitas Teuku Umar merupakan mitra strategis yang memiliki kapasitas akademik dan riset untuk mempercepat pembangunan Aceh Singkil. Melalui kerja sama lanjutan ini, kita berharap dapat melahirkan program nyata mulai dari peningkatan SDM, inovasi sektor pertanian dan perikanan, hingga penguatan tata kelola pemerintahan,” ujar Bupati.
Senada dengan itu, Rektor UTU Prof. Dr. Nyak Amir menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan Pemkab Aceh Singkil. Ia menegaskan komitmen UTU untuk terus mengimplementasikan Tri Dharma Perguruan Tinggi yang berdampak langsung bagi masyarakat.
“Kami siap menjadi bagian dari solusi pembangunan Aceh Singkil melalui pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat. Sinergi ini tidak boleh berhenti pada seremoni, tetapi harus diwujudkan dalam kegiatan aplikatif yang meningkatkan daya saing daerah dan kesejahteraan rakyat,” kata Prof. Nyak Amir.
Suasana kegiatan berlangsung hangat dan interaktif. Usai penandatanganan, kedua belah pihak berdiskusi mengenai peluang kerja sama masa depan, mencakup pengembangan SDM, penelitian terapan, pendampingan kebijakan publik, dan pemberdayaan masyarakat. Rangkaian acara ditutup dengan pertukaran cendera mata dan sesi foto bersama sebagai simbol dimulainya babak baru kolaborasi demi mewujudkan Aceh Singkil yang maju, inovatif, dan berdaya saing.
























